Dadang Syaripudin: Ilmu yang Hidup Adalah Ilmu yang Memberi Manfaat
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung – Gelar sarjana bukanlah garis akhir dari perjalanan ilmu. Justru setelah toga dilepas dan pintu kampus ditinggalkan, ilmu menemukan ruang pengabdiannya yang sesungguhnya: di tengah kehidupan masyarakat.
Pesan itulah yang disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Dadang Syaripudin kepada para lulusan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung dalam Wisuda ke-9, Sabtu (12/09/2026).
Sekretaris Badan Pembina Harian UM Bandung tersebut mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh selama bertahun-tahun di perguruan tinggi jangan sampai hanya tersimpan sebagai pengetahuan.
Ilmu harus bergerak, dipraktikkan, dan menghadirkan perubahan yang dirasakan orang lain.
“Sesungguhnya ilmu tidak akan bermakna kalau tidak dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu tidak boleh hanya sebatas dimiliki,” ujarnya.
Menurut Dadang, ilmu dan iman merupakan bekal penting bagi seorang sarjana. Namun, keduanya baru menemukan makna ketika diwujudkan dalam tindakan.
Kata Dadang, ilmu melahirkan amal yang terarah, sedangkan iman memberi nilai pada setiap langkah yang dilakukan.
Oleh karena itu, ia mendorong para lulusan UM Bandung untuk memadukan ilmu, iman, dan amal dalam kehidupan setelah kampus.
Bagi Dadang, masyarakat tidak sekadar menunggu hadirnya sarjana dengan gelar di belakang nama, tetapi menanti kontribusi yang benar-benar terasa.
“Sejatinya masyarakat dan bangsa Indonesia menunggu kontribusi nyata sarjana UM Bandung sejak mereka keluar dari kampus ini,” katanya.
Di titik itulah, menurut Dadang, perjalanan seorang alumni sekaligus menjadi bagian dari perjalanan almamaternya.
Apa yang dilakukan lulusan di tengah masyarakat akan turut membentuk cara orang memandang kampus tempat mereka ditempa.
Oleh karena itu, ia menilai forum alumni memiliki peran penting untuk menjaga ikatan antara lulusan dan almamater.
Forum tersebut tidak hanya menjadi tempat mengenang masa perkuliahan.
Namun, ruang untuk saling menguatkan, berkolaborasi, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Dadang juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UM Bandung.
Kepercayaan itu, menurutnya, perlu dijawab dengan komitmen kampus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghadirkan program studi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukan hanya tentang seberapa tinggi gelar yang diraih.
Namun, tentang seberapa jauh ilmu mampu dibawa keluar dari ruang kelas untuk menjawab persoalan kehidupan.***(FA)
- Penulis: Feri Anugrah
