Kamis, 8 Okt 2026

Menjadi Sarjana Adalah Awal Perjalanan Menebar Manfaat pada Umat dan Bangsa

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Mendapatkan gelar sarjana tentu menjadi momen yang membanggakan. Namun, setelah toga dikenakan dan ijazah diterima, perjalanan sebenarnya justru baru dimulai.

Di luar kampus, lulusan akan berhadapan dengan dunia kerja, masyarakat, perubahan teknologi, sekaligus berbagai persoalan yang membutuhkan ilmu dan sikap yang matang. Oleh karena itu, menjadi sarjana tidak cukup hanya bermodal nilai akademik.

Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung yang diikuti 684 calon wisudawan dan wisudawati.

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPAIK) UM Bandung itu berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kamis (10/9/2026).

Wakil Rektor I UM Bandung Ayi Yunus Rusyana mengatakan, mahasiswa perlu memiliki bekal yang cukup sebelum benar-benar meninggalkan kehidupan kampus.

Bukan hanya bekal keilmuan, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan menghadapi kehidupan di tengah masyarakat.

“Ini acara penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat. Anggap saja ini perayaan kelulusan, tetapi dengan cara yang positif, selain wisuda nanti,” ujar Ayi.

Menurut Ayi, perkembangan teknologi dan disrupsi yang begitu cepat membuat lulusan perlu memiliki kemampuan yang lebih lengkap.

Kemampuan akademik tetap penting, tetapi harus dilengkapi soft skill, karakter, dan pemahaman Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK).

Bekal tersebut akan menjadi penting ketika lulusan mulai bekerja, membangun karier, maupun berinteraksi dengan masyarakat.

Sebab, kemampuan seseorang tidak hanya terlihat dari apa yang ia ketahui, tetapi dari bagaimana ilmu itu digunakan.

Ayi juga mengingatkan calon lulusan agar tidak meninggalkan nilai-nilai Muhammadiyah setelah menyandang status sebagai alumni.

Pemahaman AIK yang diperoleh selama kuliah diharapkan terus hidup dalam keseharian melalui sikap, etika, profesionalitas, dan kepedulian terhadap sesama.

Pesan tentang makna menjadi sarjana juga disampaikan Pradana Boy ZTF (Asisten Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji).

Ia mengajak mahasiswa melihat kelulusan bukan hanya sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai amanah untuk melakukan sesuatu yang lebih besar.

Boy mengingatkan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan tinggi merupakan sesuatu yang patut disyukuri.

Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang sarjana.

“Hanya sedikit saja masyarakat Indonesia yang bergelar sarjana. Anda sekalian menjadi bagian dari enam hingga sepuluh persen masyarakat Indonesia yang berpendidikan tinggi. Ini adalah modal sosial yang sangat bagus. Posisinya sudah sangat istimewa,” kata Boy.

Namun, kata Boy, posisi tersebut bukan alasan bagi seorang sarjana untuk merasa lebih tinggi dari masyarakat lainnya.

Justru pendidikan tinggi seharusnya membuat seseorang semakin sadar bahwa ada tanggung jawab yang ikut melekat bersama ilmu dan gelar yang dimilikinya.

Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan, menghadirkan solusi, dan memberikan manfaat sesuai bidang keilmuan serta profesinya.

Keberhasilan setelah lulus tidak hanya tentang mendapatkan pekerjaan atau mencapai posisi tertentu. Namun, tentang seberapa besar ilmu yang dimiliki dapat memberi arti bagi orang lain.

Semangat itulah yang coba dibangun melalui materi BAPS. Mahasiswa dibekali berbagai materi yang dekat dengan kehidupan setelah kampus.

Mulai dari etika profesi dan jiwa technopreneur, integrasi keilmuan dan kemandirian ekonomi, penguatan keislaman dan kemuhammadiyahan, hingga tradisi keilmuan dan tajdid melalui studi lanjut.

Sebanyak 684 calon wisudawan dan wisudawati dari lima fakultas dan 18 program studi sarjana mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka dipersiapkan bukan hanya untuk menjadi tenaga profesional yang kompeten. Namun, pribadi yang mampu membawa nilai dan ilmu ke dalam kehidupan nyata.

Pada akhirnya, gelar sarjana bukanlah sekadar tambahan nama atau tanda bahwa masa kuliah telah selesai.

Ia merupakan bekal sekaligus amanah untuk terus belajar, berkarya, dan memberi manfaat.

Sebab, ukuran keberhasilan seorang sarjana bukan hanya seberapa tinggi ia melangkah.

Namun, seberapa banyak manfaat yang mampu ia tinggalkan di sepanjang perjalanan.***(FA/FK)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi UM Bandung dan Rumah Zakat, Tingkatkan Literasi Lingkungan Masyarakat Cihampelas Melalui Pelatihan Ecoliteracy dan Pembuatan Ecoenzyme

    Kolaborasi UM Bandung dan Rumah Zakat, Tingkatkan Literasi Lingkungan Masyarakat Cihampelas Melalui Pelatihan Ecoliteracy dan Pembuatan Ecoenzyme

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID – Tim dosen dan mahasiswa Prodi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melaksanakan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Training for Trainer (TfT) Ecoliteracy dan Pembuatan Ecoenzyme” di Saung Edukasi Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (25/07/2026).   Kegiatan ini merupakan program kolaborasi antara Rumah Zakat bersama Universitas Muhammadiyah Bandung yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Prodi […]

  • Menjelajah Malaysia-Singapura, Mahasiswa UM Bandung Temukan Makna Adaptasi dan Keterbukaan

    Menjelajah Malaysia-Singapura, Mahasiswa UM Bandung Temukan Makna Adaptasi dan Keterbukaan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 29
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, COM, Bandung — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional tidak selalu tentang datang ke suatu tempat, menjalankan program, lalu pulang membawa laporan. Bagi Sela Lazma, mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, KKN Internasional menjadi ruang belajar yang jauh lebih luas. Dia bisa bertemu masyarakat dengan latar belakang berbeda, mengenal budaya baru, sekaligus mencoba membawa […]

  • Dorong Literasi Halal Tumbuh dari Sekolah, Menteri Dikdasmen RI Dukung Gen Halal Championship 2026

    Dorong Literasi Halal Tumbuh dari Sekolah, Menteri Dikdasmen RI Dukung Gen Halal Championship 2026

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Dukungan Mendikdasmen RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., terhadap Gen Halal Championship menegaskan pentingnya membangun literasi halal sejak bangku sekolah. Digagas LPPOM dan didukung MUI, program ini mendorong generasi muda menjadikan halal bukan sekadar pengetahuan, tetapi bagian dari gaya hidup dan karakter. Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama LPPOM melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah […]

  • Akademi Sejarah Batch 2: Merajut Kebersamaan Muhammadiyah-NU dari Surabaya

    Akademi Sejarah Batch 2: Merajut Kebersamaan Muhammadiyah-NU dari Surabaya

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Akademi Sejarah Batch 2 resmi digelar di Surabaya pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka Indonesia ini diikuti oleh perwakilan Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia, mewakili beragam kalangan. Berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan sejumlah pemateri berpengalaman, acara ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat penulisan sejarah […]

  • Dalam 1 Bulan, Prodi PAI UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

    Dalam 1 Bulan, Prodi PAI UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil mengantarkan empat proposal riset kolaboratif antar perguruan tinggi keagamaan Islam ke kompetisi riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tahun 2026.

  • Generasi Muda Bawa Batik ke Gaya Modern Tanpa Kehilangan Akar Budaya

    Generasi Muda Bawa Batik ke Gaya Modern Tanpa Kehilangan Akar Budaya

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 32
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Batik dinilai tidak lagi sekadar busana formal atau warisan masa lalu, tetapi telah berkembang menjadi medium ekspresi yang dekat dengan kreativitas generasi muda. Peserta semifinal Duta Batik Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) 2026 sekaligus mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) UM Bandung Regina Fathia Zikra mengatakan bahwa karakter batik yang adaptif […]

expand_less