Kamis, 8 Okt 2026

Agribisnis Bukan Cuma Soal Kebun, Ada Bisnis dan Banyak Peluang di Baliknya

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Kuliah Agribisnis ternyata bukan cuma soal belajar pertanian di ruang kelas. Bagi Albar Yuwar Dhanuwinata, justru bagian paling menarik adalah ketika teori yang dipelajari bisa langsung dicoba di dunia nyata.

Ketua Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung itu merasakan sendiri bagaimana mahasiswa diberi ruang untuk belajar bisnis sejak masih kuliah.

Salah satunya lewat mata kuliah pengembangan bisnis. Mahasiswa tidak hanya membuat rencana usaha di atas kertas, tetapi juga diajak menjalankannya secara berkelompok.

Mulai dari memilih produk, mengatur produksi, menyusun strategi pemasaran, sampai memikirkan bagaimana usaha tersebut bisa dikembangkan.

Dengan cara tersebut, mahasiswa bisa merasakan langsung serunya membangun usaha. Termasuk ketika harus menghadapi kendala atau bahkan gagal.

“Enggak cuma belajar teori di kelas, tetapi langsung praktik bikin usaha. Dari semester ke semester, mahasiswa dibimbing membuat rencana bisnis sampai benar-benar menjalankan usaha kecil-kecilan secara berkelompok,” ujar Albar di UM Bandung, Senin (7/9/2026).

Belajar Langsung dari Lapangan

Pengalaman belajar juga tidak berhenti di ruang kelas. Praktik lapangan menjadi salah satu kegiatan yang banyak dinantikan mahasiswa karena mereka bisa melihat langsung bagaimana dunia pertanian dan bisnis berjalan.

Mahasiswa dapat turun ke kebun, mengunjungi UMKM mitra, melakukan observasi, hingga membuat produk sendiri untuk kemudian dipasarkan.

Dari pengalaman tersebut, mahasiswa belajar memahami kondisi lapangan dan kebutuhan pasar.

Mereka juga ditantang untuk bekerja sama, berpikir kreatif, dan mencari solusi ketika menemukan persoalan.

Bagi Albar, pengalaman seperti ini membuat proses belajar terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa tidak hanya tahu teorinya. Namun, memahami bagaimana teori tersebut digunakan ketika berhadapan dengan situasi nyata.

Skill Enggak Cuma dari Ruang Kelas

Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga bisa mengembangkan kemampuan melalui Himagri.

Organisasi tersebut menjadi ruang untuk belajar memimpin, mengelola kegiatan, membangun komunikasi, sekaligus memperluas jejaring.

“Di Himagri, mahasiswa belajar leadership, project management, dan jejaring yang enggak selalu didapat di ruang kelas,” kata Albar.

Hal tersebut melengkapi pembelajaran Agribisnis yang memang memiliki cakupan cukup luas.

Mahasiswa mempelajari proses pertanian dari hulu, produksi atau on farm, hingga sektor hilir.

Di saat yang sama, mereka juga dibekali pengetahuan tentang kewirausahaan, manajemen, pemasaran, keuangan, analisis bisnis, dan kepemimpinan.

Sebagai bagian dari kampus Muhammadiyah, mahasiswa UM Bandung juga mendapatkan perspektif mengenai penerapan prinsip syariah dalam aktivitas bisnis.

Bekal tersebut dapat dipadukan dengan jejaring Muhammadiyah sehingga mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana menjalankan bisnis. Namun, juga memahami pentingnya etika dan kebermanfaatan.

Prospek luas

Luasnya bidang yang dipelajari membuat pilihan karier lulusan Agribisnis juga cukup beragam.

Menurut Albar, lulusan tidak harus terpaku pada pekerjaan yang berkaitan langsung dengan kegiatan bertani.

Mereka bisa menjadi entrepreneur di sektor perkebunan, kehutanan, pangan, hortikultura, maupun industri agro.

Pilihan lainnya mencakup profesi sebagai konsultan, peneliti, akademisi, fasilitator pemberdayaan masyarakat, hingga birokrat.

Di sektor swasta, lulusan Agribisnis juga berpeluang bekerja sebagai manajer operasional, analis bisnis, spesialis pemasaran, konsultan agribisnis, maupun membangun usaha sendiri.

“Peluang kerja atau jejaring di Prodi Agribisnis luas banget. Jadi, tidak perlu khawatir soal masa depan di Prodi Agribisnis UM Bandung,” ungkapnya.

Albar sendiri mencoba membawa pengalaman kuliahnya ke dunia nyata.

Saat ini, ia tengah merintis usaha di bidang kopi, sekaligus melakukan observasi terhadap petani dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Ia juga aktif di komunitas Gerengseng to Smart People. Berbagai pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami bahwa Agribisnis bukan sekadar belajar tentang pertanian.

Ada bisnis, kreativitas, pemasaran, kepemimpinan, jejaring, hingga peluang untuk menciptakan usaha sendiri.

Pada akhirnya, kuliah Agribisnis bisa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mencoba banyak hal sejak dini.

Bukan hanya belajar untuk mendapatkan nilai. Namun, belajar membaca peluang, berani mengambil langkah, dan menemukan jalan yang ingin dibangun setelah lulus.***(FK/FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pra-Pesonamu 2026 Jadi Awal Penyambutan Mahasiswa Baru UM Bandung

    Pra-Pesonamu 2026 Jadi Awal Penyambutan Mahasiswa Baru UM Bandung

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 38
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mulai melaksanakan rangkaian penyambutan mahasiswa baru melalui Pra-Pesonamu 2026 pada Minggu (20/9/2026). Sebanyak 1.629 mahasiswa baru tercatat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Mereka berasal dari mahasiswa reguler, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan mahasiswa karyawan. Pelaksanaan Pesonamu 2026 dipersiapkan dalam waktu sekitar 20 hari. Sebanyak 248 panitia terlibat, dengan persiapan […]

  • Sampah Dapur Jangan Langsung Dibuang, Mahasiswa KKN UM Bandung Kenalkan Cara Mengolahnya

    Sampah Dapur Jangan Langsung Dibuang, Mahasiswa KKN UM Bandung Kenalkan Cara Mengolahnya

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 21
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Sampah dapur sering kali berakhir begitu saja di tempat pembuangan. Padahal, jika dikelola dengan cara yang tepat, sisa makanan dan sampah organik rumah tangga bisa diolah sejak dari rumah. Hal inilah yang coba dikenalkan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kelompok KKN Dukuh 1 kepada masyarakat Desa Dukuh, Kecamatan […]

  • Tingkatkan Potensi Kepulauan, ITB Gandeng BAPPERIDA Pangkep

    Tingkatkan Potensi Kepulauan, ITB Gandeng BAPPERIDA Pangkep

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Nana Rachmana Syambas, M.Eng. melakukan kunjungan ke Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka peluang kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat antara […]

  • Halal Lifestyle Gen Z: Pilih Label Instan atau Proses Etis?

    Halal Lifestyle Gen Z: Pilih Label Instan atau Proses Etis?

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Gaya hidup halal kini bukan lagi sekadar ketaatan beragama, melainkan identitas modern yang tren di kalangan Generasi Z Indonesia. Kelompok usia muda ini secara sadar memadukan prinsip syariat dengan estetika urban, mulai dari fesyen berkelanjutan, kuliner etis, hingga keuangan digital syariah. Pergeseran ini membuktikan bahwa nilai-nilai Islam dapat tampil sangat relevan, dinamis, dan digemari […]

  • Hadapi Era AI, Kepala BMBPSDM Beberkan Pentingnya Adaptasi Perguruan Tinggi

    Hadapi Era AI, Kepala BMBPSDM Beberkan Pentingnya Adaptasi Perguruan Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID  — Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani mendorong pegawai UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi di tengah percepatan transformasi teknologi, khususnya perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Pernyataan itu disampaikan Kepala BMBPSDM saat memberikan pembinaan pegawai yang […]

  • Negeri Banyak Dusta

    Negeri Banyak Dusta

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Idat Mustari
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Oleh: Drs. KH Idat Mustari, SH, MH || Pengamat Sosial dan Keagamaan GENHALAL.ID — Ada negeri-negeri yang miskin sumber daya alam, tetapi rakyatnya hidup sejahtera. Sebaliknya, ada pula negeri yang dianugerahi kekayaan alam melimpah, namun sebagian besar rakyatnya masih bergulat dengan kemiskinan, sulitnya lapangan pekerjaan, ketimpangan, dan kehidupan yang serba terjepit. Lalu, apa yang membedakan […]

expand_less