Agribisnis Bukan Cuma Soal Kebun, Ada Bisnis dan Banyak Peluang di Baliknya
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Kuliah Agribisnis ternyata bukan cuma soal belajar pertanian di ruang kelas. Bagi Albar Yuwar Dhanuwinata, justru bagian paling menarik adalah ketika teori yang dipelajari bisa langsung dicoba di dunia nyata.
Ketua Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung itu merasakan sendiri bagaimana mahasiswa diberi ruang untuk belajar bisnis sejak masih kuliah.
Salah satunya lewat mata kuliah pengembangan bisnis. Mahasiswa tidak hanya membuat rencana usaha di atas kertas, tetapi juga diajak menjalankannya secara berkelompok.
Mulai dari memilih produk, mengatur produksi, menyusun strategi pemasaran, sampai memikirkan bagaimana usaha tersebut bisa dikembangkan.
Dengan cara tersebut, mahasiswa bisa merasakan langsung serunya membangun usaha. Termasuk ketika harus menghadapi kendala atau bahkan gagal.
“Enggak cuma belajar teori di kelas, tetapi langsung praktik bikin usaha. Dari semester ke semester, mahasiswa dibimbing membuat rencana bisnis sampai benar-benar menjalankan usaha kecil-kecilan secara berkelompok,” ujar Albar di UM Bandung, Senin (7/9/2026).
Belajar Langsung dari Lapangan
Pengalaman belajar juga tidak berhenti di ruang kelas. Praktik lapangan menjadi salah satu kegiatan yang banyak dinantikan mahasiswa karena mereka bisa melihat langsung bagaimana dunia pertanian dan bisnis berjalan.
Mahasiswa dapat turun ke kebun, mengunjungi UMKM mitra, melakukan observasi, hingga membuat produk sendiri untuk kemudian dipasarkan.
Dari pengalaman tersebut, mahasiswa belajar memahami kondisi lapangan dan kebutuhan pasar.
Mereka juga ditantang untuk bekerja sama, berpikir kreatif, dan mencari solusi ketika menemukan persoalan.
Bagi Albar, pengalaman seperti ini membuat proses belajar terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa tidak hanya tahu teorinya. Namun, memahami bagaimana teori tersebut digunakan ketika berhadapan dengan situasi nyata.
Skill Enggak Cuma dari Ruang Kelas
Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga bisa mengembangkan kemampuan melalui Himagri.
Organisasi tersebut menjadi ruang untuk belajar memimpin, mengelola kegiatan, membangun komunikasi, sekaligus memperluas jejaring.
“Di Himagri, mahasiswa belajar leadership, project management, dan jejaring yang enggak selalu didapat di ruang kelas,” kata Albar.
Hal tersebut melengkapi pembelajaran Agribisnis yang memang memiliki cakupan cukup luas.
Mahasiswa mempelajari proses pertanian dari hulu, produksi atau on farm, hingga sektor hilir.
Di saat yang sama, mereka juga dibekali pengetahuan tentang kewirausahaan, manajemen, pemasaran, keuangan, analisis bisnis, dan kepemimpinan.
Sebagai bagian dari kampus Muhammadiyah, mahasiswa UM Bandung juga mendapatkan perspektif mengenai penerapan prinsip syariah dalam aktivitas bisnis.
Bekal tersebut dapat dipadukan dengan jejaring Muhammadiyah sehingga mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana menjalankan bisnis. Namun, juga memahami pentingnya etika dan kebermanfaatan.
Prospek luas
Luasnya bidang yang dipelajari membuat pilihan karier lulusan Agribisnis juga cukup beragam.
Menurut Albar, lulusan tidak harus terpaku pada pekerjaan yang berkaitan langsung dengan kegiatan bertani.
Mereka bisa menjadi entrepreneur di sektor perkebunan, kehutanan, pangan, hortikultura, maupun industri agro.
Pilihan lainnya mencakup profesi sebagai konsultan, peneliti, akademisi, fasilitator pemberdayaan masyarakat, hingga birokrat.
Di sektor swasta, lulusan Agribisnis juga berpeluang bekerja sebagai manajer operasional, analis bisnis, spesialis pemasaran, konsultan agribisnis, maupun membangun usaha sendiri.
“Peluang kerja atau jejaring di Prodi Agribisnis luas banget. Jadi, tidak perlu khawatir soal masa depan di Prodi Agribisnis UM Bandung,” ungkapnya.
Albar sendiri mencoba membawa pengalaman kuliahnya ke dunia nyata.
Saat ini, ia tengah merintis usaha di bidang kopi, sekaligus melakukan observasi terhadap petani dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Ia juga aktif di komunitas Gerengseng to Smart People. Berbagai pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami bahwa Agribisnis bukan sekadar belajar tentang pertanian.
Ada bisnis, kreativitas, pemasaran, kepemimpinan, jejaring, hingga peluang untuk menciptakan usaha sendiri.
Pada akhirnya, kuliah Agribisnis bisa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mencoba banyak hal sejak dini.
Bukan hanya belajar untuk mendapatkan nilai. Namun, belajar membaca peluang, berani mengambil langkah, dan menemukan jalan yang ingin dibangun setelah lulus.***(FK/FA)
- Penulis: Feri Anugrah
