Ikut M2BEE, Mahasiswa UM Bandung Dalami Audit dan Efisiensi Energi
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Bagi Chandra Kurniawan, kuliah di Teknik Industri bukan hanya tentang teori dan tugas di ruang kelas. Ada kesempatan untuk mencoba langsung bagaimana ilmu yang dipelajari bisa digunakan dalam persoalan nyata.
Kesempatan itu datang ketika mahasiswa Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung tersebut bergabung dalam program Mentoring and Micro-Credential in Building Energy Efficiency (M2BEE).
Lewat program ini, Chandra mendapat pengalaman baru di bidang efisiensi energi. Ia bersama tim bahkan terlibat langsung dalam audit energi di Gedung Kampus UM Bandung.
Audit tersebut mencakup sejumlah bagian penting dalam penggunaan energi gedung, mulai dari sistem tata cahaya, tata udara, hingga kelistrikan.
Program M2BEE merupakan hasil kolaborasi Direktorat Konservasi Energi, Ditjen EBTKE Kementerian ESDM bersama UK PACT, IREEM, dan LSP HAKE. Program ini melibatkan mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Indonesia.
Bagi Chandra, bisa menjadi bagian dari program tersebut merupakan pengalaman yang tidak datang setiap hari. Awalnya, ia mendapat tawaran dari dosen untuk mengikuti seleksi internal bersama mahasiswa Teknik Industri dan Teknik Elektro angkatan 2023.
“Alhamdulillah saya lolos dan bergabung dalam tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Industri, dua mahasiswa Teknik Elektro, dan didampingi oleh Pak Budiyan Mariyadi sebagai dosen pembimbing,” ujar Chandra pada Senin (7/9/2026).
Belajar Tak Hanya dari Ruang Kelas
Selama tiga bulan, Chandra dan tim mendapatkan pendampingan dari tenaga ahli serta tim IREEM. Proses belajarnya pun cukup beragam, mulai dari mentoring mingguan hingga pelatihan secara online dan offline.
Pengalaman semakin menarik ketika mereka mendapat kesempatan melakukan trial audit di Gedung Kementerian ESDM di Jakarta.
Bagi mahasiswa, pengalaman seperti ini memberi gambaran tentang bagaimana proses audit energi dilakukan secara langsung di lingkungan profesional.
“Selama tiga bulan, kami didampingi oleh tenaga ahli dan tim IREEM melalui mentoring mingguan, pelatihan online ataupun offline, hingga melakukan trial audit di Gedung Kementerian ESDM di Jakarta,” ungkapnya.
Tidak hanya belajar tentang audit, tim UM Bandung juga diajak mengunjungi Gedung Wisma Danantara di Jakarta.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Chandra dan tim untuk melihat penerapan green building serta sistem manajemen energi yang dapat menjadi referensi dalam pengelolaan gedung.
Dari berbagai pengalaman tersebut, tim kemudian menyusun laporan audit energi dan rekomendasi efisiensi energi untuk Gedung Kampus UM Bandung.
Rekomendasi itu disampaikan kepada pengelola gedung kampus pada Juni lalu. Rangkaian program kemudian ditutup melalui closing ceremony dalam ajang EBTKE ConEx.
“Output akhir dari program ini adalah laporan audit energi dan penyampaian rekomendasi efisiensi energi kepada pengelola gedung kampus pada Juni lalu, yang diakhiri dengan closing ceremony di ajang EBTKE ConEx,” tambah Chandra.
Peluang Karier di Balik Energi
Bagi Chandra, pengalaman mengikuti M2BEE tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan. Ia justru melihat bidang efisiensi energi sebagai salah satu peluang yang menarik untuk dikembangkan menjadi karier.
Menurutnya, bidang tersebut masih belum banyak ditekuni, padahal kebutuhan terhadap penggunaan energi yang efisien terus berkembang.
“Saya melihat bidang ini sebagai peluang bagus untuk mengembangkan diri dan membuka jalan karier masa depan karena energi adalah bagian vital dalam kehidupan kita,” tuturnya.
Pengalaman tersebut juga membuat ilmu yang diperoleh di bangku kuliah terasa lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga belajar bekerja dalam tim, mengikuti proses audit, hingga menyusun rekomendasi berdasarkan temuan di lapangan.
Kini, Chandra berharap hasil audit yang telah dikerjakan bersama timnya tidak berhenti sebagai laporan.
Ia ingin rekomendasi tersebut dapat diterapkan secara nyata sehingga penggunaan energi di lingkungan kampus menjadi lebih efisien sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Semoga upaya efisiensi energi ini terus berjalan secara konsisten dan mampu menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk peduli serta terjun ke bidang energi,” pungkas Chandra.***(FK/FA)
- Penulis: Feri Anugrah
