Sampah Dapur Jangan Langsung Dibuang, Mahasiswa KKN UM Bandung Kenalkan Cara Mengolahnya
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Sampah dapur sering kali berakhir begitu saja di tempat pembuangan. Padahal, jika dikelola dengan cara yang tepat, sisa makanan dan sampah organik rumah tangga bisa diolah sejak dari rumah.
Hal inilah yang coba dikenalkan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kelompok KKN Dukuh 1 kepada masyarakat Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Melalui seminar dan pelatihan pengelolaan sampah di Kantor Desa Dukuh, Senin (31/8/2026), mahasiswa memperkenalkan teknik octaco (octagonal composter), sebuah metode sederhana yang dapat digunakan untuk mengolah sampah organik rumah tangga.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja KKN Dukuh 1 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Irianti Usman.
Pesertanya merupakan ibu-ibu PKK dari RW 1 hingga RW 13 Desa Dukuh yang sehari-hari juga bersinggungan langsung dengan persoalan sampah rumah tangga.
Pemilihan sampah organik sebagai fokus kegiatan berangkat dari persoalan yang sederhana tetapi dekat dengan kehidupan masyarakat.
Sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan limbah dapur lainnya terus dihasilkan setiap hari dan dapat menjadi masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
Karena itu, pengelolaan sampah tidak cukup hanya dilakukan ketika tempat sampah sudah penuh. Kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah justru menjadi langkah awal yang penting untuk mengurangi timbunan sampah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan octaco yang merupakan pengembangan dari metode pengelolaan sampah asal Jepang, Takakura.
Teknik tersebut dibuat dengan bentuk dan penerapan yang lebih sederhana sehingga diharapkan lebih mudah digunakan masyarakat dalam skala rumah tangga.
Sebelum memilih metode tersebut, Tim KKN Dukuh 1 terlebih dahulu berkonsultasi dengan Lutfia, dosen Program Studi Bioteknologi UM Bandung yang turut berperan dalam pengembangan teknik Takakura menjadi Octaco.
Pertimbangan tersebut dilakukan agar metode yang diperkenalkan bukan hanya menarik secara teori. Namun, memungkinkan untuk diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Pelatihan kemudian dilengkapi dengan materi dan praktik bersama Wawan Hendrawan, Fasilitator Ecovillage Terbaik Provinsi Jawa Barat Tahun 2015.
Ia memberikan pemahaman mengenai persoalan sampah sekaligus mengajak masyarakat melihat pengelolaan lingkungan dari sudut pandang yang lebih luas.
“Jika masyarakat melihat dari untung rugi, maka pengelolaan sampah akan terasa sangat sia-sia. Jika masyarakat melihatnya dari sisi sosial dan sebagai bentuk ibadah, maka pelaksanaannya bukan masalah besar,” ujar Wawan.
Peserta tidak hanya mendengarkan materi. Mereka juga diperkenalkan secara langsung pada penerapan teknik octaco untuk mengolah sampah organik sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi keterampilan yang bisa dipraktikkan di rumah.
Bagi Tim KKN Dukuh 1, perubahan dalam pengelolaan sampah perlu dimulai dari kebiasaan sederhana. Rumah tangga menjadi titik penting karena di sanalah sebagian besar sampah organik dihasilkan setiap hari.
Melalui pengenalan octaco, mahasiswa berharap masyarakat Desa Dukuh memiliki alternatif yang mudah dan realistis untuk mengurangi sampah organik sekaligus menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal.
Lebih dari sekadar mengajarkan sebuah metode, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader PKK, dan masyarakat.
Semuanya dipertemukan untuk mencari cara yang dapat dilakukan bersama dalam menghadapi persoalan sampah.
Harapannya, kebiasaan tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN. Pengetahuan dan praktik yang telah diperoleh dapat terus diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
Sebab, menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Bisa dari dapur, dari tempat sampah, dan dari kebiasaan sederhana mengolah apa yang setiap hari kita buang.***(Alpin/Aziz/Bewara Pers)
- Penulis: Feri Anugrah
