Kamis, 8 Okt 2026

Sampah Dapur Jangan Langsung Dibuang, Mahasiswa KKN UM Bandung Kenalkan Cara Mengolahnya

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Sampah dapur sering kali berakhir begitu saja di tempat pembuangan. Padahal, jika dikelola dengan cara yang tepat, sisa makanan dan sampah organik rumah tangga bisa diolah sejak dari rumah.

Hal inilah yang coba dikenalkan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kelompok KKN Dukuh 1 kepada masyarakat Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Melalui seminar dan pelatihan pengelolaan sampah di Kantor Desa Dukuh, Senin (31/8/2026), mahasiswa memperkenalkan teknik octaco (octagonal composter), sebuah metode sederhana yang dapat digunakan untuk mengolah sampah organik rumah tangga.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja KKN Dukuh 1 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Irianti Usman.

Pesertanya merupakan ibu-ibu PKK dari RW 1 hingga RW 13 Desa Dukuh yang sehari-hari juga bersinggungan langsung dengan persoalan sampah rumah tangga.

Pemilihan sampah organik sebagai fokus kegiatan berangkat dari persoalan yang sederhana tetapi dekat dengan kehidupan masyarakat.

Sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan limbah dapur lainnya terus dihasilkan setiap hari dan dapat menjadi masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, pengelolaan sampah tidak cukup hanya dilakukan ketika tempat sampah sudah penuh. Kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah justru menjadi langkah awal yang penting untuk mengurangi timbunan sampah.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan octaco yang merupakan pengembangan dari metode pengelolaan sampah asal Jepang, Takakura.

Teknik tersebut dibuat dengan bentuk dan penerapan yang lebih sederhana sehingga diharapkan lebih mudah digunakan masyarakat dalam skala rumah tangga.

Sebelum memilih metode tersebut, Tim KKN Dukuh 1 terlebih dahulu berkonsultasi dengan Lutfia, dosen Program Studi Bioteknologi UM Bandung yang turut berperan dalam pengembangan teknik Takakura menjadi Octaco.

Pertimbangan tersebut dilakukan agar metode yang diperkenalkan bukan hanya menarik secara teori. Namun, memungkinkan untuk diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan kemudian dilengkapi dengan materi dan praktik bersama Wawan Hendrawan, Fasilitator Ecovillage Terbaik Provinsi Jawa Barat Tahun 2015.

Ia memberikan pemahaman mengenai persoalan sampah sekaligus mengajak masyarakat melihat pengelolaan lingkungan dari sudut pandang yang lebih luas.

“Jika masyarakat melihat dari untung rugi, maka pengelolaan sampah akan terasa sangat sia-sia. Jika masyarakat melihatnya dari sisi sosial dan sebagai bentuk ibadah, maka pelaksanaannya bukan masalah besar,” ujar Wawan.

Peserta tidak hanya mendengarkan materi. Mereka juga diperkenalkan secara langsung pada penerapan teknik octaco untuk mengolah sampah organik sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi keterampilan yang bisa dipraktikkan di rumah.

Bagi Tim KKN Dukuh 1, perubahan dalam pengelolaan sampah perlu dimulai dari kebiasaan sederhana. Rumah tangga menjadi titik penting karena di sanalah sebagian besar sampah organik dihasilkan setiap hari.

Melalui pengenalan octaco, mahasiswa berharap masyarakat Desa Dukuh memiliki alternatif yang mudah dan realistis untuk mengurangi sampah organik sekaligus menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal.

Lebih dari sekadar mengajarkan sebuah metode, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader PKK, dan masyarakat.

Semuanya dipertemukan untuk mencari cara yang dapat dilakukan bersama dalam menghadapi persoalan sampah.

Harapannya, kebiasaan tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN. Pengetahuan dan praktik yang telah diperoleh dapat terus diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

Sebab, menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Bisa dari dapur, dari tempat sampah, dan dari kebiasaan sederhana mengolah apa yang setiap hari kita buang.***(Alpin/Aziz/Bewara Pers)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas Voli Putri UIN Bandung: Buah Manis Perjuangan Tiga Mahasiswi Akuntansi Syariah

    Emas Voli Putri UIN Bandung: Buah Manis Perjuangan Tiga Mahasiswi Akuntansi Syariah

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 910
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Dua tahun berturut-turut bertemu lawan tangguh di semifinal dan harus puas dengan medali perunggu. Tahun ini, takdir kembali mempertemukan mereka dengan tim yang sama.   Bedanya, kali ini tiga mahasiswi Akuntansi Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama rekan-rekannya datang dengan tekad berbeda. Bukan lagi sekadar melaju ke semifinal, tetapi menuntaskan perjuangan dengan […]

  • Jangan Takut Hadapi Kesulitan, Justru Itu Jalan Mahasiswa Menuju Sukses

    Jangan Takut Hadapi Kesulitan, Justru Itu Jalan Mahasiswa Menuju Sukses

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 51
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Memulai perjalanan sebagai mahasiswa berarti membuka lembaran baru. Di balik semangat mengenakan almamater dan memasuki ruang-ruang perkuliahan, ada tantangan yang harus dihadapi, keputusan yang harus diambil, dan keberanian yang perlu terus diasah. Oleh karena itu, Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung untuk tidak sekadar menjadi […]

  • Panduan Perbedaan Sertifikat Halal MUI dan BPJPH untuk Pelaku Usaha

    Panduan Perbedaan Sertifikat Halal MUI dan BPJPH untuk Pelaku Usaha

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — MUI kini bertindak sebagai lembaga yang mengeluarkan fatwa kehalalan melalui sidang ulama, sementara BPJPH adalah badan pemerintah yang resmi menerbitkan sertifikat halal setelah produk tersebut dinyatakan suci. Dulu seluruh proses diurus satu pintu oleh MUI, namun kini kewenangan legalitas hukum berpindah ke tangan negara melalui BPJPH. Proses saat ini mewajibkan pelaku usaha mendaftar ke […]

  • Akuntansi Syariah UIN Bandung Siapkan Lulusan Kuasai Risiko Perbankan

    Akuntansi Syariah UIN Bandung Siapkan Lulusan Kuasai Risiko Perbankan

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Dalam upaya mempersiapkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan profesional, Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu bertajuk “Manajemen dan Manajemen Risiko Funding serta Financing pada Perbankan Syariah”. Kegiatan yang menghadirkan Konsultan Keuangan dan Bisnis Syariah, Deni Permana, S.E., M.M., CCAP, […]

  • LPPOM Sebut Filipina Mulai Bergerak Garap Pasar Kosmetik Halal Indonesia

    LPPOM Sebut Filipina Mulai Bergerak Garap Pasar Kosmetik Halal Indonesia

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pasar kosmetik halal Indonesia kian menarik perhatian kawasan. LPPOM mengungkapkan, Filipina mulai serius menggarap industri halal dan melihat Indonesia sebagai pasar strategis yang menjanjikan di ASEAN. Pasar kosmetik halal Indonesia semakin menunjukkan daya tariknya di tingkat regional. Tidak hanya menjadi incaran produsen dalam negeri, pasar yang didukung oleh populasi Muslim terbesar di dunia ini kini […]

  • Ketika Dunia Kerja Berubah, Sarjana Dituntut Lebih dari Sekadar Memiliki Gelar

    Ketika Dunia Kerja Berubah, Sarjana Dituntut Lebih dari Sekadar Memiliki Gelar

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 35
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Toga memang belum dikenakan. Namun, bagi 684 calon wisudawan dan wisudawati Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, satu fase penting dalam perjalanan pendidikan sudah berada di depan mata. Gelar sarjana yang sebentar lagi disandang bukanlah tanda bahwa proses belajar telah selesai. Justru sebaliknya, gelar tersebut menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang: membawa ilmu […]

expand_less