Kamis, 8 Okt 2026

Mendayung antara Dua Standar: Ikut Standar Barat atau China?

  • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Pekan lalu, Politeknik Mekanik (Polman Bandung) mengundang saya dalam kapaistas sebagai wakil dari Badan Pengelola Kawasan Rebana, untuk membedah rencana strategis (Renstra) Polman 2025-2029. Sebagai informasi, Polman juga membangun kampus 2 di Kawasan Rebana, tepatnya di Majalengka.

 

salah satu tekad dari Polman adalah menjadi kampus politeknik kelas dunia, kurikulumnya terdepan, dan mendorong riset-riset kelas dunia, serta menghasilkan lulusan siap pakai yang kelas dunia juga. Sebuah Renstra yang ambisius nan masuk akal karena Polman dulu didirikan atas kerjasama dengan Swiss, diresmikan pada 1977. Dulu nama bekennya adalah Politeknik Mekanik Swiss.

 

Bagaimana masukan BP Rebana? Kami melihat bahwa Indonesia harus memetakan polarisasi standar pada 2035.

Mengapa? Lagi-lagi soal China.

 

Pada 2035, Beijing berambisi menetapkan standar bagi semua barang dan jasa global. Pada 2020, Partai Komunis China dan Dewan Negara menetapkan visi global China yang baru: China Standard (Guójiā Biāozhǔnhuà Fāzhǎn Gāngyào) 2035. Nanti China akan menerapkan label Guobiau (GB) bagi semua produkya.

 

China sudah memasuki tiet-3 industrinya. Tier-1 dia produksi barang sebanyak-banyaknya, dan lempar ke pasar. Tier-2, Beijing mendesain produk, dan membangun ekosistem industrinya (Kalau bicara soal industri pertanian China misalnya, di belakangnya ada dukungan semua teknologi China: drone pertanian DJI, alat berat Lugong, sistem pembayaran Alipay dll. Semua industri saling dukung). Sekarang mereka memasuki tier-3: mengglobalkan standar China jadi standar dunia!

 

Nah, Beijing aktif di Organisasi Standar Internasional (ISO), Internatioan electrotechnics Commitee (IEC) yang menerapkan standar teknologi listrik, International Telecommnicatio Union (ITU) yang menerapkan standar telekmonukasi. China juga Maret lalu membentuk World Artificial Intelligence Cooperation Organisastion (WAICO) yang menerapkan standar buat AI. Indonesia masuk di dalamnya.

 

China pernah menjadi Presiden ISO dan Sekjen IEC. Selain itu mereka mendudukkan para doktor dan ilmuwan pada komisi-komisi teknis lembaga-lembaga itu. Kehadiran para jenius China di lembaga-lembaga standar ini membuka kesempatan penguasaan standar. Mereka mengubah ratusan dan mungkin ribuan hasil penelitian universitas dan industri mennjadi proposal-proposal di lembaga standar.

 

China sih tidak menggembar-gemborkan Standar China 2035. Tapi dia menerapkan teknologinya di Belt and Road Initiative. Dia bangun ratusan pelabuhan di 90 negara, bangun bandara di sekian banyak negara, membangun kereta dan kereta cepat di puluhan negara. Dan dia juga meakukan diplomasi lembut alias recehan seperti misalnya memberikan hibah teknologi face recognition ke negara-negara Afrika.

 

Paling mutakhir soal standar ini, pada 18 Agustus lalu, Beijing resmi meng-uninstall Windows 10 versi pemerintah dari komputer-komputer pemerintah, militer dan BUMN. Windows 10 Edisi Geverment ini adalah aplikasi patungan China dengan Microsoft. Beijng masih membiarkan rakyat menggunakan versi ini, tapi dia akan mendorong penggunakan Kyilin OS dan Tongxin UOS. Lama-lama rakyat akan mencabut sendiri Windows 10-nya.

 

Melihat ambisi senyap Zhōngguó Biāozhǔn 2035 poros Barat langsung melancarkan serangan balik yang sangat agresif. Amerika Serikat memimpin pemutusan rantai pasok semikonduktor global melalui aturan ketat CHIPS and Science Act guna melumpuhkan kemampuan manufaktur chip AI milik Beijing, sementara Uni Eropa membentengi pasar internal mereka dengan regulasi siber seperti Cyber Resilience Act untuk menyapu bersih infrastruktur kritis buatan China dari daratan Eropa.

 

Medan perang sesungguhnya kini bergeser ke ruang sidang organisasi standar dunia seperti ISO dan ITU, di mana Washington dan Brussels secara kolektif melakukan koordinasi voting demi menjegal proposal teknologi Tiongkok, sebuah kepanikan kolektif yang membuktikan bahwa Barat sadar: siapa pun yang menguasai standar teknologi, dialah yang akan mendikte hukum ekonomi dunia di masa depan.

 

Eropa sudah punya GDPR (Rgulasi Perlindungan Data Umum) sebagai standar kemanan teknologi siber. Maret lalu, Uni Eropa juga meluncurkan Buy European Act, dan Industrial Acceleration Act. Dengan dua Act ini, semua barang dan jasa yang masuk ke Eropa harus tunduk pada regulasi standar Eropa, termasuk mobil-mobil buatan China yang sudah mulai membanjiri Eropa seperti BYD.

 

Begitulah skenario geopolitik standar pada 2035: kita akan dihadapkan pada berbagai standar, yang pada intinya adalah Standar Barat dan Standar China!

 

Ada dua pertanyaan penting di sini:

1. Bagaimana nasib Standar NAsional Indonesia (SNI). Apakah akan hilang ditelan standar dunia pada 2035?

2. Bagaimana pendidikan teknologi kita di universitas dan politeknik?

 

Menurut saya sih, kita harus tetap berpikir justru bagaimana memanfaatkan situasi fragmentasi standar ini. SNI harus jadi perisai geopolitik standar. Semua barang yang masuk harus memenuhi SNI pada sebagian besar kandungannya.

 

Adapun perguruan tinggi dan kampus vokasi seperti Polman, jangan menjadi pengabdi satu standar saja. Dia harus jadi perguruan tinggi yang punya kemampuan mengoeprasikan berbagai standar atau interoperabilitas. Lulusan Polman tak cuma siap mengisi industri, tapi juga deployable untuk berbagai standar.

 

Di sini Polman dengan Badan Standar Nasional (BSN) harus bekerjasama. BSN menerapkan standar hibrida dengan interoperability-nya yang bagus, Polman menjadi insitusi penguji dan verifikator standar hibrida ini.

 

Las but not least, Kawasan Rebana yang kami kelola adalah ealase pertarungan standar ini. Ada pabrik BYD di SUbang (China), ada pelabuhan Patimban yang dikelola Toyota Tsusho dan perusahan Jepang lainnya, ada sepatu On Cloud di Majalengka (Eropa), ada kompeks industri Taifa (Taiwan), dan juga perusahaan China lainnya. Sementara Australia medorong stadar energi hijau terbarukan, dan Uni Eropa membuat masterplan kebencanaan.

 

O ya, nanti juga Whoosh akan diperpanjang dari Bandung ke Surabaya via Majalengka. Untuk Whoosh lebar rel-nya adalah 1.435 mm, sedangkan kereta lama kita 1.065. Semua sistem signal Whoosh dan kelistrikannya (smart grid) adalah standar China. Juga standar-standar lain di balik Whoosh adalah standar GB. Sepertinya China ingin mengunci teknologi dunia (technological lock-in). Tak mudah bagi Jepang untuk meminta Whoosh Bandung Jakarta diganti dengan Shinkansen.

 

Jadi saya mengatakan kepada Polman, bawha Kawasan Rebana adalah a little showcase dari pertarungan geopolitik standar ini. Indonesia ini seperti dikatkaan Bung Hatta 1948, selalu mendayung antara dua karang. Kita harus selalu berpikir bagaimana mengambil manfaat dari pertarungan raksasa. KArena sejatinya, Indonesia akan selalu jadi pemenang bila saat mendayung antara dua karang ini bisa mengambil manfaatnya.

 

 

  • Penulis: Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPJPH Tetapkan 2026 Tahun Halal: Mulai Oktober Setiap Produk Wajib Bersertifikat

    BPJPH Tetapkan 2026 Tahun Halal: Mulai Oktober Setiap Produk Wajib Bersertifikat

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Kebijakan wajib halal merupakan bagian dari transformasi besar yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan halal tidak hanya sebagai simbol keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi yang mampu meningkatkan daya saing nasional. Pemerintah menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penting penguatan ekosistem halal nasional. Mulai 18 Oktober 2026, seluruh produk yang beredar di Indonesia, mulai dari […]

  • Bukit Jengkoang Makin Ramah Wisatawan, Mahasiswa KKN Hadirkan Rute dan Informasi Digital

    Bukit Jengkoang Makin Ramah Wisatawan, Mahasiswa KKN Hadirkan Rute dan Informasi Digital

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 52
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Batu — Bayangkan sudah sampai di sebuah kawasan dengan udara sejuk, hamparan kebun, dan pemandangan yang bikin ingin berlama-lama. Namun, ada satu masalah kecil: jalannya ke mana? Persoalan seperti itu ternyata masih ditemui wisatawan yang ingin berkunjung ke Bukit Jengkoang dan Puthuk Gede, Desa Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur. Destinasinya menarik, potensi alamnya ada, […]

  • Pesonamu 2026 Jadi Titik Awal Mahasiswa UM Bandung Mengukir Sejarah Gemilang

    Pesonamu 2026 Jadi Titik Awal Mahasiswa UM Bandung Mengukir Sejarah Gemilang

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 37
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Langkah baru dimulai. Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi dikukuhkan dalam sidang senat terbuka sebagai bagian dari rangkaian Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (Pesonamu) 2026. Pengukuhan berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan lantai tiga UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Rabu (23/09/2026). Momen ini menjadi penanda bahwa para mahasiswa […]

  • Komitmen Muhammadiyah Dukung UMKM Warganya, Toko Oleh-Oleh 1915 Resmi Hadir!

    Komitmen Muhammadiyah Dukung UMKM Warganya, Toko Oleh-Oleh 1915 Resmi Hadir!

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Bhisma
    • visibility 30
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, YOGYAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman mengapresiasi langkah Suara Muhammadiyah dalam menghadirkan inisiatif ekonomi dan produk unggulan yang memberdayakan masyarakat luas. Hal ini ia sampaikan saat melakukan Soft Opening Toko Oleh-Oleh 1915 pada Selasa (11/8/2026) bertempat di Grha Suara Muhammadiyah, Yogyakarta.“Alhamdulillah hari ini Suara Muhammadiyah di Milad yang ke-111 nya menambah unit […]

  • Dibalik Sertifikasi Halal Produk Kosmetik dan Obat: Strategi Lolos Audit Tanpa Stres

    Dibalik Sertifikasi Halal Produk Kosmetik dan Obat: Strategi Lolos Audit Tanpa Stres

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Keberadaan label halal pada produk kosmetik dan obat memberikan kepastian hukum serta keamanan bagi konsumen Muslim di Indonesia. Regulasi pemerintah mewajibkan seluruh barang yang beredar, termasuk produk perawatan diri dan obat-obatan, untuk melalui uji kehalalan dari BPJPH demi menjamin bahan serta proses produksinya bebas dari unsur haram. Langkah ini sekaligus melindungi masyarakat luas […]

  • Tidak Sama dengan yang Lain, Inilah Indikator Manusia Terdidik

    Tidak Sama dengan yang Lain, Inilah Indikator Manusia Terdidik

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 42
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Apa sebenarnya makna menjadi manusia terdidik? Pertanyaan ini mengemuka dalam program Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat, Selasa (25/08/2026), yang menghadirkan Hendar Riyadi, dosen Prodi PAI dan PIAUD Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, sebagai narasumber. Hendar menegaskan, pendidikan sejati tidak berhenti pada kecerdasan intelektual. Pendidikan harus membentuk manusia yang beriman, berakhlak, bijaksana, […]

expand_less