Kamis, 8 Okt 2026

Dari Desa Santosa, KKN UM Bandung Menyalakan Semangat Belajar Al-Qur’an

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Sebuah langkah sederhana untuk mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an hadir dari Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bandung menggelar Training for Teacher (TFT) Baca Al-Qur’an dan Baca Latin dengan metode Al-Barqy, Kamis (27/8/2026), di Aula Desa Santosa.

Pelatihan ini mempertemukan para penggiat pendidikan dan Al-Qur’an di tingkat desa.

Pesertanya terdiri atas guru TK, guru ngaji madrasah dan SD, pimpinan majelis taklim, hingga pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Kepala Desa Santosa Tata Witarsa menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an dan aksara latin merupakan bekal penting agar masyarakat dapat belajar dan mengakses pengetahuan secara lebih luas.

“Kami berharap metode ini bisa diterapkan langsung kepada masyarakat, khususnya bagi yang belum bisa membaca Al-Qur’an dan latin. Dengan kemampuan membaca, mereka dapat mengakses berbagai ilmu dan pengetahuan yang lebih luas,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UM Bandung Rahmat Alamsyah sebagai pemateri.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jawa Barat.

Menurut Rahmat, sinergi antara pemerintah daerah dan KKN UM Bandung diarahkan untuk membantu mendata anak yang tidak sekolah, putus sekolah, maupun yang tidak melanjutkan pendidikan.

Dari data tersebut, diharapkan dapat lahir langkah pendampingan yang lebih tepat.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam pelatihan ini adalah metode Al-Barqy.

Nama Al-Barqy berarti “kilat”, sesuai dengan konsep pembelajarannya yang menggunakan asosiasi kalimat untuk membantu peserta mengenali dan mengingat huruf dengan lebih mudah.

“Metode ini dirancang agar peserta bisa cepat mengerti dan membaca. Bahkan diproyeksikan hanya membutuhkan waktu delapan jam untuk bisa membaca Al-Qur’an dan enam jam untuk bisa membaca latin atau koran,” jelas Rahmat.

Bagi para pendidik di desa, kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk membantu lebih banyak masyarakat.

Ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan. Namun, dapat diteruskan kepada anak-anak, keluarga, dan warga di lingkungan masing-masing.

“Pelatihan metode Al-Barqy ini fokus pada kemampuan belajar baca Al-Qur’an dan baca latin sebagai penunjang utama keberhasilan program penanganan ATS di lapangan,” terangnya.

Melalui kegiatan tersebut, UM Bandung berharap gerakan literasi Al-Qur’an dan aksara latin dapat tumbuh dari masyarakat sendiri.

Para peserta diharapkan menjadi penggerak yang membantu membuka akses belajar bagi warga yang masih menghadapi keterbatasan kemampuan membaca.

“Kami ingin hadirnya program ini dapat mewujudkan Jawa Barat yang bebas buta baca Al-Qur’an dan latin sekaligus merangkul kembali anak-anak agar mendapatkan hak pendidikannya,” tandas Rahmat.

Ketua MUI Kecamatan Kertasari Asep Heri Irawan bersama masyarakat setempat turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

Menurutnya, program seperti ini memberikan manfaat langsung karena menyentuh kebutuhan pendidikan dan keagamaan masyarakat.

Menariknya, sebagian besar proses kegiatan dipersiapkan langsung oleh mahasiswa KKN.

Mulai dari pendataan peserta, komunikasi dan surat-menyurat dengan pemerintah desa serta MUI, hingga pelaksanaan pelatihan dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa.

Sementara itu, kebutuhan buku, konsumsi, dan akomodasi kegiatan diperoleh melalui dukungan para donatur.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat tumbuh dari kepedulian banyak pihak.

Dari Desa Santosa, kegiatan ini membawa pesan sederhana: ilmu akan semakin bermakna ketika dibagikan.

Ketika kemampuan membaca Al-Qur’an dan pengetahuan dapat diteruskan dari satu orang kepada orang lain, manfaatnya pun dapat tumbuh jauh melampaui ruang pelatihan.***(FK/FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar Bahan Kritis dalam Skincare, Kosmetik yang Wajib Diwaspadai Muslimah (Panduan Terbaru)

    Daftar Bahan Kritis dalam Skincare, Kosmetik yang Wajib Diwaspadai Muslimah (Panduan Terbaru)

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Bahan kritis dalam skincare dan kosmetik adalah bahan tambahan atau bahan aktif yang memiliki potensi berasal dari sumber haram/najis (seperti turunan babi, bangkai hewan, atau alkohol non-halal). Contoh bahan kritis yang paling sering ditemukan meliputi Kolagen (Collagen), Plasenta (Placenta), Asam Hialuronat (Hyaluronic Acid), Gliserin (Glycerin), Asam Stearat (Stearic Acid), dan Squalane. Sebelum membeli, […]

  • Evolusi Jajan: Dari Nyari Receh Sampai Ngutang Paylater Demi Boba

    Evolusi Jajan: Dari Nyari Receh Sampai Ngutang Paylater Demi Boba

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, Founder Gen Halal Indonesia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Jajan adalah hak asasi manusia. Sejak zaman purba hingga era kecerdasan buatan, manusia selalu butuh mengunyah sesuatu yang gurih, manis, dan kaya akan MSG. Tapi, kalau kita perhatikan, cara kita jajan—dan cara kita jatuh miskin karenanya—telah mengalami evolusi yang sangat kocak. Mari kita naik mesin waktu dan melihat bagaimana kebiasaan mulia ini berubah […]

  • Realita Biaya Pembuatan Sertifikat Halal dan Strategi Lolosnya

    Realita Biaya Pembuatan Sertifikat Halal dan Strategi Lolosnya

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pengurusan sertifikat halal kini jauh lebih transparan karena tarifnya disesuaikan langsung dengan skala usaha Anda. Pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) bahkan bisa memanfaatkan program fasilitasi gratis yang rutin dibuka oleh pemerintah. Sementara itu, untuk skala usaha menengah hingga besar, biayanya berkisar dari jutaan hingga belasan juta rupiah, tergantung pada tingkat kerumitan produk dan […]

  • Pesonamu 2026 Jadi Titik Awal Mahasiswa UM Bandung Mengukir Sejarah Gemilang

    Pesonamu 2026 Jadi Titik Awal Mahasiswa UM Bandung Mengukir Sejarah Gemilang

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 37
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Langkah baru dimulai. Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi dikukuhkan dalam sidang senat terbuka sebagai bagian dari rangkaian Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (Pesonamu) 2026. Pengukuhan berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan lantai tiga UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Rabu (23/09/2026). Momen ini menjadi penanda bahwa para mahasiswa […]

  • Jurnalisme Filantropi dan Jalan Baru Dunia Pers pada Era Digital

    Jurnalisme Filantropi dan Jalan Baru Dunia Pers pada Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 34
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Di tengah disrupsi digital yang mengubah cara media bekerja dan masyarakat mengonsumsi informasi, jurnalisme menghadapi pertanyaan penting: apakah pers cukup hanya menyampaikan berita? Pertanyaan itu coba dijawab Roni Tabroni melalui buku Jurnalisme Filantropi yang diterbitkan Suara Muhammadiyah. Dosen UM Bandung tersebut menawarkan gagasan agar jurnalisme tidak berhenti pada penyampaian fakta. Namun, ikut […]

  • Tidak Sama dengan yang Lain, Inilah Indikator Manusia Terdidik

    Tidak Sama dengan yang Lain, Inilah Indikator Manusia Terdidik

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 40
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Apa sebenarnya makna menjadi manusia terdidik? Pertanyaan ini mengemuka dalam program Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat, Selasa (25/08/2026), yang menghadirkan Hendar Riyadi, dosen Prodi PAI dan PIAUD Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, sebagai narasumber. Hendar menegaskan, pendidikan sejati tidak berhenti pada kecerdasan intelektual. Pendidikan harus membentuk manusia yang beriman, berakhlak, bijaksana, […]

expand_less