Muktamar ke-35 NU, Husnul Qodim: Rawat Tradisi, Perkuat Keilmuan, Bangun Generasi Masa Depan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A. menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Menurut Husnul Qodim, Muktamar NU bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan dan konsolidasi organisasi, tetapi merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali khidmah Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi keislaman, memperkuat kebangsaan, serta menjawab tantangan zaman.
“Selamat dan sukses Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Semoga seluruh rangkaian musyawarah berlangsung dengan penuh khidmah, kesejukan, persaudaraan, dan keberkahan. Semoga Muktamar melahirkan keputusan-keputusan terbaik bagi Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Husnul Qodim menilai bahwa spirit Muktamar NU memiliki keterkaitan erat dengan dunia pendidikan tinggi keislaman. Menurutnya, pesantren, Nahdlatul Ulama, dan perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, karakter kebangsaan, kepedulian sosial, dan kemampuan menghadapi perubahan global.
“Pendidikan tinggi keislaman harus menjadi ruang bertemunya tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita membutuhkan generasi yang kuat secara intelektual, matang secara spiritual, moderat dalam beragama, serta memiliki komitmen terhadap kemanusiaan dan kebangsaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi keagamaan Islam negeri memiliki posisi strategis dalam meneruskan tradisi keilmuan Islam sekaligus mengembangkan inovasi akademik. Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, perubahan sosial, krisis lingkungan, serta tantangan terhadap kehidupan kebangsaan, pendidikan Islam dituntut mampu melahirkan solusi yang berbasis ilmu, nilai, dan kemaslahatan.
Dalam konteks tersebut, UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus mendorong penguatan ekosistem akademik yang mengintegrasikan keislaman, keilmuan, kemanusiaan, kebangsaan, moderasi beragama, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi Husnul Qodim, hubungan antara tradisi pesantren dan perguruan tinggi Islam merupakan modal penting bagi masa depan pendidikan Islam Indonesia. Pesantren memiliki kekayaan tradisi, sanad keilmuan, karakter dan nilai-nilai pengabdian, sementara perguruan tinggi memiliki kekuatan riset, metodologi akademik, inovasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Kita perlu memperkuat sinergi antara pesantren, Nahdlatul Ulama, perguruan tinggi Islam, dan seluruh elemen bangsa. Dari sinilah kita dapat membangun pendidikan Islam yang tidak tercerabut dari akar tradisi, tetapi juga tidak gagap menghadapi masa depan,” tuturnya
Ia berharap Muktamar ke-35 NU dapat semakin memperkuat ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam perjalanan NU dan kehidupan bangsa. Generasi muda, menurutnya, harus dipersiapkan bukan hanya sebagai penerus organisasi, tetapi sebagai intelektual, pemimpin, inovator, dan penggerak peradaban.
Hal tersebut sejalan dengan semangat NU untuk terus memperkuat peran generasi muda dalam menentukan arah perjalanan organisasi memasuki abad keduanya.
“Masa depan NU dan masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, pendidikan harus menjadi salah satu fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih jauh, Husnul Qodim berharap keputusan-keputusan Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi dokumen organisasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, pemberdayaan umat, penguatan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, lingkungan, dan kehidupan kebangsaan.
“Semoga Muktamar ke-35 menjadi momentum untuk memperkuat khidmah NU. Semoga NU semakin kokoh menjaga tradisi, terbuka terhadap kemajuan, kuat dalam keilmuan, dan semakin besar kontribusinya bagi Indonesia dan dunia,” pungkasnya.
Atas nama pribadi dan keluarga besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Husnul Qodim menyampaikan:
“Selamat dan sukses Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Semoga Allah SWT memberikan kelancaran, petunjuk, dan keberkahan kepada seluruh muktamirin dalam bermusyawarah dan mengambil keputusan. Semoga Muktamar melahirkan kepemimpinan dan arah perjuangan yang mampu membawa Nahdlatul Ulama semakin maslahat bagi umat, kokoh bagi bangsa, dan bermanfaat bagi kemanusiaan.”
- Penulis: Tim Redaksi
- Sumber: Rilis UIN Bandung
