Kamis, 8 Okt 2026

Tingkatkan Potensi Kepulauan, ITB Gandeng BAPPERIDA Pangkep

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Nana Rachmana Syambas, M.Eng. melakukan kunjungan ke Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka peluang kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Pangkep, khususnya dalam mendukung pengembangan wilayah kepulauan.

Dalam pertemuan tersebut, Amril, S.Pi., M.T., M.A., selaku Kepala BAPPERIDA Kabupaten Pangkep, menyampaikan gambaran mengenai kondisi dan tantangan pembangunan di wilayah Pangkep. Kabupaten Pangkep memiliki wilayah administrasi yang sangat luas, sementara kawasan daratan utama hanya mencakup sekitar 9 persen dari keseluruhan wilayah.

“Sebagian besar wilayah lainnya merupakan kawasan kepulauan yang dihuni masyarakat dan masih menghadapi berbagai tantangan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, terutama akses listrik, air bersih, dan infrastruktur telekomunikasi,” jelas Amril dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Kabupaten Pangkep memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, keterbatasan pengetahuan dan wawasan masyarakat dalam mengelola sumber daya tersebut secara optimal menyebabkan pemenuhan kebutuhan dasar masih menjadi salah satu prioritas pembangunan.

“Penguatan kapasitas masyarakat menjadi penting agar potensi sumber daya alam yang dimiliki dapat dikelola secara berkelanjutan dan pada akhirnya mampu mendorong kemandirian masyarakat kepulauan,” ujarnya.

Selain kebutuhan dasar, kawasan kepulauan Pangkep juga dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung aktivitas ekonomi antarpulau. Beberapa wilayah seperti Pulau Sailus yang berada di kawasan dekat Nusa Tenggara Barat serta wilayah Liukang Kalmas yang berbatasan dengan kawasan Kalimantan Timur memiliki potensi untuk berkembang menjadi wilayah penyangga dan penghubung aktivitas ekonomi. Untuk mewujudkan potensi tersebut, pembangunan infrastruktur telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting.

Amril juga menyampaikan bahwa salah satu komoditas unggulan yang berpotensi dikembangkan di wilayah kepulauan Pangkep adalah rumput laut. Komoditas tersebut tidak hanya dapat dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga memiliki peluang untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Pemanfaatan teknologi digital, termasuk e-commerce, diharapkan dapat membantu masyarakat memperluas akses pasar sehingga produk-produk dari wilayah kepulauan dapat dipasarkan kepada konsumen di luar daerah.

Menanggapi berbagai tantangan tersebut, Prof. Dr. Ir. Nana Rachmana Syambas, M.Eng. menjelaskan sejumlah teknologi yang sebelumnya telah dikembangkan ITB dan berpotensi diimplementasikan di wilayah kepulauan Pangkep.

Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar, salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan, serta teknologi penjernihan air untuk mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Ketersediaan energi listrik juga menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi digital di wilayah kepulauan. Dengan dukungan infrastruktur energi dan telekomunikasi yang memadai, berbagai teknologi digital, termasuk platform e-commerce, dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nana juga berbagi pengalaman mengenai pengembangan teknologi budidaya rumput laut yang pernah dilakukan bersama tim melalui pendanaan hibah Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Teknologi tersebut sebelumnya telah diperkenalkan kepada masyarakat, namun keberlanjutan pemanfaatannya menghadapi kendala karena masyarakat belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pemeliharaan dan perbaikan peralatan.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa keberhasilan penerapan teknologi di masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologi itu sendiri, tetapi juga oleh kesiapan dan kapasitas masyarakat sebagai pengguna. Oleh karena itu, program pengabdian berikutnya perlu dirancang tidak hanya dalam bentuk penyediaan atau implementasi teknologi, tetapi juga disertai dengan pelatihan, pendampingan, serta transfer pengetahuan mengenai pengoperasian, pemeliharaan, dan perbaikan peralatan.

Pertemuan antara ITB dan BAPPERIDA Kabupaten Pangkep diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya kolaborasi yang lebih konkret dalam bidang penelitian, inovasi teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal serta dapat diterapkan secara berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan souvenir dari ITB kepada BAPPERIDA Kabupaten Pangkep. Penyerahan tersebut menjadi simbol hubungan baik sekaligus harapan agar pertemuan ini dapat menjadi titik awal kerja sama yang lebih luas antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam mendorong kemandirian, konektivitas, dan pengembangan ekonomi masyarakat kepulauan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Praktis Manfaat Sertifikat Halal untuk Omzet UMKM dan Cara Urusnya

    Panduan Praktis Manfaat Sertifikat Halal untuk Omzet UMKM dan Cara Urusnya

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Memiliki sertifikat halal terbukti membuka akses pasar yang jauh lebih luas, termasuk menembus ritel modern dan rantai pasok industri besar. Kepercayaan konsumen meningkat drastis karena produk sudah terjamin keamanan serta kehalalannya secara hukum. Lonjakan kepercayaan ini secara langsung mendongkrak volume penjualan dan omzet pelaku usaha mikro secara berkelanjutan. Memahami dampak langsung legalitas halal pada […]

  • Aturan Wajib Halal Oktober 2026: Sanksi dan Solusi Bisnis

    Aturan Wajib Halal Oktober 2026: Sanksi dan Solusi Bisnis

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 729
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Batas waktu kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan, minuman, serta jasa sembelihan resmi diundur pemerintah hingga tahun 2026. Penundaan ini diberikan agar para pelaku usaha mikro dan kecil memiliki waktu lebih longgar untuk memenuhi standar tanpa mengganggu kelangsungan bisnis mereka. Kendati demikian, sosialisasi dan proses pendaftaran tetap dianjurkan untuk segera diurus dari sekarang. […]

  • Tak Cukup Jadi Penonton, Gen Z Harus Pegang Kendali Narasi di Era Algoritma

    Tak Cukup Jadi Penonton, Gen Z Harus Pegang Kendali Narasi di Era Algoritma

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 29
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Perkembangan ruang digital dan media sosial telah mengubah cara masyarakat menyampaikan pendapat, membangun diskursus publik, dan merespons berbagai persoalan sosial. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan ketika partisipasi publik lebih banyak dipengaruhi tren dan Fear of Missing Out (FOMO) daripada pemahaman yang mendalam. Direktur Democracy and Electoral Integrity Program (DEEP) Indonesia […]

  • Asyik! Pemerintah Siapkan Skema PPPK Paruh Waktu Guru Jadi Penuh Waktu pada 2027

    Asyik! Pemerintah Siapkan Skema PPPK Paruh Waktu Guru Jadi Penuh Waktu pada 2027

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Menteri Agama Nasaruddin Umar mendukung skema penyelesaian status guru yang dibahas pemerintah dalam rapat koordinasi bersama pimpinan DPR RI dan sejumlah kementerian/lembaga. Untuk lingkungan Kementerian Agama, skema tersebut dinilai dapat dilaksanakan dengan lebih sederhana karena telah disesuaikan dengan perhitungan dan simulasi yang dilakukan Kemenag.   “Sama dengan apa yang disampaikan tadi oleh Ibu MenPAN-RB. […]

  • Kutukan itu Mitos. Bangkitlah Ibu Pertiwiku..

    Kutukan itu Mitos. Bangkitlah Ibu Pertiwiku..

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • visibility 37
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Di umur ke-81 ini, kita masih melihat lebih banyak kabar duka. Merosotnya kelas menengah, semakin banyaknya pelaku ekonomi tanpa perlindungan: ojek online, kaki lima, pekerja informal. Anggaran yang mengerut menyebabkan daerah menerit, banyak akun BPJS warga dinon-aktifkan sehingga biaya kesehatan per orang seret. Hasil bumi mineral dan tambang kita lebih banyak dikuasai segelintir orang. […]

  • Wakil Ketua PWM Jabar Jelaskan Makna Intelektual, Saintis, dan Cendekiawan

    Wakil Ketua PWM Jabar Jelaskan Makna Intelektual, Saintis, dan Cendekiawan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 845
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Yadi Janwari mendorong lulusan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjadi cendekiawan yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Pesan itu disampaikan Yadi saat memberikan sambutan pada Wisuda Ke-9 UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Sabtu (12/09/2026). Ia mengingatkan agar pencapaian akademik tidak berhenti pada […]

expand_less