Kamis, 8 Okt 2026

Dorong Literasi Halal Tumbuh dari Sekolah, Menteri Dikdasmen RI Dukung Gen Halal Championship 2026

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Dukungan Mendikdasmen RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., terhadap Gen Halal Championship menegaskan pentingnya membangun literasi halal sejak bangku sekolah. Digagas LPPOM dan didukung MUI, program ini mendorong generasi muda menjadikan halal bukan sekadar pengetahuan, tetapi bagian dari gaya hidup dan karakter.

Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama LPPOM melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, pada 10 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan Gen Halal Championship, program edukasi sekaligus kompetisi literasi halal bagi pelajar yang digagas oleh LPPOM.

Abdul Mu’ti menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Gen Halal Championship dan menyampaikan kesediaannya hadir sebagai keynote speaker pada puncak penganugerahan yang akan digelar pada 9 November 2026 di Jakarta. Ia juga mendorong pengembangan kategori lomba yang dapat mengapresiasi sekolah yang menerapkan gaya hidup halal secara terintegrasi.

Dukungan tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia pendidikan dan ekosistem halal. Sebab, sekolah bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang strategis untuk membentuk kebiasaan dan karakter. Nilai halal dan thayyib diharapkan tidak berhenti sebagai materi yang dipelajari, tetapi dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari para pelajar.

Halal Bukan Sekadar Pilihan, tapi Gaya Hidup

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat industri halal dan ekonomi syariah dunia. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan literasi yang kuat. Selama ini, pemahaman halal masih kerap terbatas pada makanan dan minuman, padahal cakupannya jauh lebih luas, meliputi kosmetik, obat-obatan, fesyen, barang gunaan, jasa, hingga keuangan syariah.

Kondisi ini menjadi semakin penting ketika dikaitkan dengan generasi muda. Mereka bukan hanya konsumen masa depan, tetapi juga calon pelaku usaha, profesional, inovator, dan pemimpin yang akan menentukan arah perkembangan ekosistem halal Indonesia.

Wakil Ketua Umum MUI, K.H. M. Cholil Nafis, menegaskan bahwa halal perlu ditempatkan sebagai bagian dari gaya hidup generasi muda.

“Halal bukan sekadar aturan, melainkan gaya hidup,” tegasnya.

Bagi generasi yang tumbuh di era digital, gaya hidup halal hadir dalam berbagai pilihan, mulai dari apa yang dikonsumsi, digunakan, dan dikenakan, hingga bagaimana seseorang bertransaksi dan memanfaatkan media sosial. Karena itu, pelajar perlu memiliki pemahaman yang utuh sekaligus kemampuan untuk menerapkan nilai halal dalam kehidupan sehari-hari.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan. Menurutnya, Gen Halal Championship merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap agenda pendidikan dalam membangun kebiasaan hidup yang sehat, halal, dan thayyib.

Konsep thayyib menekankan sesuatu yang baik, bersih, aman, sehat, berkualitas, serta memberikan kemaslahatan. Nilai tersebut penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu membuat pilihan yang baik dan bertanggung jawab.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, melihat kondisi tersebut sebagai peluang sekaligus tantangan. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk berkembang sebagai pusat industri halal dan ekonomi syariah global, tetapi penguatan industri harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia.

“Ekosistem halal jauh lebih luas. Ada kosmetik, obat, barang gunaan, jasa, hingga keuangan syariah. Generasi muda adalah future talent, consumer, sekaligus aktor dalam ekosistem halal dan ekonomi syariah,” ujar Muti.

Karena itu, literasi halal dan syariah perlu dibangun sejak dini dengan pendekatan yang relevan dengan karakter generasi muda. Mereka perlu diberi ruang untuk tidak hanya mengetahui, tetapi juga mengeksplorasi, berdiskusi, berkompetisi, dan menciptakan gagasan.

Dari Kompetisi, Lahir Generasi Sadar Halal

Kebutuhan tersebut kemudian dijawab LPPOM melalui Gen Halal Championship sebagai strategic response sekaligus strategic vehicle untuk mendekatkan isu halal dengan generasi muda. Program ini menjadi wadah edukasi dan kompetisi literasi halal bagi pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat.

“Gen Halal Championship kami hadirkan sebagai wadah edukasi dan kompetisi untuk membentuk generasi muda yang kritis, cerdas, dan siap berkontribusi dalam ekosistem halal dan syariah,” jelas Muti.

Isu halal dalam program ini tidak disampaikan melalui pendekatan edukasi satu arah. Sebaliknya, peserta diajak belajar melalui kompetisi, kreativitas, interaksi, dan pengalaman.

Pengalaman penyelenggaraan sebelumnya menjadi validasi bahwa pendekatan tersebut mampu menarik antusiasme generasi muda. Mereka tidak hanya menjadi penerima pesan, tetapi dapat mengambil peran sebagai bagian aktif dari gerakan literasi halal.

Bagi LPPOM, momentum tersebut perlu terus diperluas. Tantangannya bukan lagi sekadar apakah edukasi halal bagi generasi muda diperlukan, tetapi seberapa besar dampaknya dapat diperluas agar menjangkau lebih banyak siswa, sekolah, dan wilayah di Indonesia.

Karena itu, Gen Halal Championship diarahkan untuk berkembang menjadi flagship campaign literasi halal bagi generasi muda. Program ini diharapkan memperluas awareness dan engagement, sekaligus memperkuat kolaborasi MUI, LPPOM, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem halal.

Pada akhirnya, membangun ekosistem halal tidak cukup hanya dengan memastikan produk memenuhi standar kehalalan. Dibutuhkan generasi yang memahami nilai halal, mampu membuat pilihan secara kritis, serta memiliki keberanian untuk mengembangkan ekosistem tersebut.

Dari sekolah, literasi dimulai. Dari kompetisi, potensi ditemukan. Dari generasi muda, masa depan ekosistem halal Indonesia dibangun. (YN)

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Sekadar Label, Ini 5 Alasan Sertifikasi Halal Penting untuk Pasar Global

    Bukan Sekadar Label, Ini 5 Alasan Sertifikasi Halal Penting untuk Pasar Global

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Label halal kini bukan lagi sekadar identitas yang melekat pada kemasan produk. Di tengah pertumbuhan industri halal dunia, sertifikasi dan label halal dapat menjadi salah satu strategi penting bagi pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pasar internasional. Produk halal Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global. Namun, […]

  • Kutukan itu Mitos. Bangkitlah Ibu Pertiwiku..

    Kutukan itu Mitos. Bangkitlah Ibu Pertiwiku..

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • visibility 37
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Di umur ke-81 ini, kita masih melihat lebih banyak kabar duka. Merosotnya kelas menengah, semakin banyaknya pelaku ekonomi tanpa perlindungan: ojek online, kaki lima, pekerja informal. Anggaran yang mengerut menyebabkan daerah menerit, banyak akun BPJS warga dinon-aktifkan sehingga biaya kesehatan per orang seret. Hasil bumi mineral dan tambang kita lebih banyak dikuasai segelintir orang. […]

  • Belajar Hidup Bersih dan Cerdas Digital, Anak SD Bulukerto Diajak Belajar Sambil Bermain

    Belajar Hidup Bersih dan Cerdas Digital, Anak SD Bulukerto Diajak Belajar Sambil Bermain

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 36
    • 0Komentar

    GENHALAL.COM, Batu — Siapa bilang belajar hidup sehat harus selalu serius? Di SDN Bulukerto 02, Dusun Gintung, Desa Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur, mahasiswa Kelompok 2 KKN MAS justru mengajak anak-anak belajar sambil bergerak, bermain, dan berinteraksi. Ada dua program yang mereka bawa, yakni BeeClean dan Cerdas Digital. Keduanya punya fokus berbeda, tetapi sama-sama ingin […]

  • Agama Tak Cukup Normatif, Harus Hadir Menjawab Persoalan Masyarakat

    Agama Tak Cukup Normatif, Harus Hadir Menjawab Persoalan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 19
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Agama harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan zaman. Kehadiran agama tidak cukup berhenti pada ruang normatif, tetapi perlu memberi jawaban atas berbagai persoalan masyarakat. Pandangan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad saat meluncurkan buku Muhammadiyah dan Masa Depan Agama di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga […]

  • Usung Semangat Berintegritas dan Berdampak, UM Bandung Siap Gelar Wisuda Ke-9

    Usung Semangat Berintegritas dan Berdampak, UM Bandung Siap Gelar Wisuda Ke-9

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 108
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Suasana Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) mulai terasa berbeda menjelang pelaksanaan Wisuda ke-9 yang akan digelar pada Sabtu, 12 September 2026, di Auditorium KH Ahmad Dahlan. Bagi para wisudawan dan wisudawati, wisuda bukan sekadar seremoni untuk menandai berakhirnya perjalanan akademik. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi sebuah prosesi sakral yang telah dinantikan […]

  • Daftar Bahan Kritis dalam Skincare, Kosmetik yang Wajib Diwaspadai Muslimah (Panduan Terbaru)

    Daftar Bahan Kritis dalam Skincare, Kosmetik yang Wajib Diwaspadai Muslimah (Panduan Terbaru)

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Bahan kritis dalam skincare dan kosmetik adalah bahan tambahan atau bahan aktif yang memiliki potensi berasal dari sumber haram/najis (seperti turunan babi, bangkai hewan, atau alkohol non-halal). Contoh bahan kritis yang paling sering ditemukan meliputi Kolagen (Collagen), Plasenta (Placenta), Asam Hialuronat (Hyaluronic Acid), Gliserin (Glycerin), Asam Stearat (Stearic Acid), dan Squalane. Sebelum membeli, […]

expand_less