Kamis, 8 Okt 2026

Gaya Sultan, Dompet Rungkad, dan Catatan Harian Hamba Paylater

  • account_circle Sukron Abdilah, Founder Gen Halal Indonesia
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Bangun pagi, meregangkan badan di atas kasur springbed empuk. Ah, nikmatnya hidup. Sampai saya sadar, kasur ini baru masuk cicilan bulan ke-3 dari total 12 bulan. Selamat datang di kehidupan modern, di mana slogan “Beli Sekarang, Bayar Nanti” tampaknya lebih dihayati oleh generasi kita daripada butir-butir Pancasila.

Mari kita mulai rutinitas pagi. Buka aplikasi ojek online, pesan kopi susu gula aren andalan supaya kuat menghadapi kenyataan hidup. Pilihan pembayaran? Tentu saja PayLater, tenor 30 hari. Coba bayangkan, ngopi seharga Rp 25.000 saja harus ngutang. Es batunya sudah cair, kopinya sudah jadi ampas, tapi utangnya masih beku menanti di tagihan akhir bulan. Kita ini sebenarnya minum kopi buat melek, atau buat pura-pura lupa kalau limit PayLater kita lebih besar dari gaji UMR?

Siang hari di sela-sela jam istirahat kantor, jari ini seolah punya otak sendiri. Buka aplikasi e-commerce, lihat ada sepatu kets diskon 30%. Tombol “Beli Sekarang, Bayar Nanti” itu bentuknya mengkilap, seolah memanggil-manggil bak jin lampu Aladin yang menawarkan permintaan gratis.

Otak rasional di kepala kiri berbisik, “Gaji lu sisa lima ratus ribu, Bro. Udah tanggal tua.” Tapi ego di kepala kanan menjawab dengan lantang, “Kan bayarnya bulan depan!”

Entah sihir apa yang dipakai aplikasi ini sampai kita sering berhalusinasi bahwa di bulan depan, kita akan mendadak kaya raya dan menjadi pewaris tahta kerajaan Inggris. Realitanya? Bulan depan kita tetaplah budak korporat yang gajinya cuma numpang lewat (bahkan kadang belum mampir udah disedot autodebet) buat bayar cicilan sepatu yang ujungnya sudah lecet tersandung aspal.

Generasi sekarang ini memang unik dan patut di-roasting habis-habisan. Kalau dompet kulitnya dibuka, isinya cuma KTP, kartu BPJS, dan struk minimarket yang tintanya sudah pudar. Tapi kalau buka aplikasi di HP, wih, limit PayLater gabungan bisa buat DP mobil bekas! Pepatah “Gaya elit, ekonomi sulit” itu bukan lagi candaan, tapi sudah jadi curriculum vitae harian kita. Kita lebih panik saat tahu limit PayLater diturunkan oleh sistem daripada saat tahu kolesterol kita naik.

Ada teman ngajak nongkrong di kafe aesthetic Jakarta Selatan, langsung gas. Pas ditanya, “Lagi banyak duit lu?” Jawabannya santai, “Banyak dong… banyak utangnya.”

Malam hari, kembali berbaring di atas kasur cicilan tadi, saya mulai merenung. Menatap langit-langit kamar sambil membayangkan wajah debt collector virtual yang siap mengebom notifikasi di tanggal jatuh tempo. PayLater ini sebenarnya alat bantu atau jebakan?

Ini persis seperti yang sering dibahas di artikel-artikel keuangan—seperti yang ada di portal OlahDana yang judulnya E-Wallet dan PayLater: Membantu atau Menjebak?. Jawabannya sebenarnya simpel: tergantung siapa yang pegang. Kalau yang memegang fitur ini adalah orang bijak dengan perencanaan finansial matang, PayLater bisa jadi solusi arus kas di saat darurat.

Tapi masalahnya, kalau yang memegang adalah kaum mendang-mending haus validasi sosial seperti saya dan Anda? Ya otomatis jadi tali gantung finansial. Kita ini sering lupa bedanya “kebutuhan” dan “keinginan” hanya karena dimanjakan oleh kemudahan berutang. Kita menggadaikan ketenangan masa depan hanya demi Insta-story hari ini.

Pada akhirnya, esai reflektif ini adalah sebuah pengingat (baca: tamparan keras) buat kita semua. Uang masa depan itu belum tentu ada, jadi jangan dihabiskan hari ini untuk barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Besok-besok, kalau tangan gatal mau klik “Bayar Pakai PayLater” untuk checkout barang diskonan yang nggak penting, mending tepuk jidat kencang-kencang di depan kaca sambil bilang:

“Sadar woy, lu bukan Rafathar!”

 

  • Penulis: Sukron Abdilah, Founder Gen Halal Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola Halal untuk Tingkatkan Profesionalitas Pendampingan UMK

    Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola Halal untuk Tingkatkan Profesionalitas Pendampingan UMK

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Muhammad Aqil Irham, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Penguatan tersebut mencakup aspek kelembagaan, tata kelola organisasi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar […]

  • Dari Madrasah ke FH UI, Fawwaz Farhan Farabi Serukan Integritas dan Keberpihakan pada Keadilan

    Dari Madrasah ke FH UI, Fawwaz Farhan Farabi Serukan Integritas dan Keberpihakan pada Keadilan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Muhammad Fawwaz Farhan Farabi tampil sebagai keynote speaker sekaligus menyampaikan sambutan mewakili wisudawan pada acara Farewell Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Fakultas Hukum Universitas Indonesia Semester Genap 2025/2026 yang berlangsung di Balai Sidang dan Auditorium Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Selasa (25/8/2026). Di hadapan ribuan hadirin yang terdiri atas pimpinan fakultas, dosen, guru besar Fakultas […]

  • Bagaimana RI Memanfaatkan Kesepakatan Xi Jinping – al-Sisi?

    Bagaimana RI Memanfaatkan Kesepakatan Xi Jinping – al-Sisi?

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • visibility 35
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Awal September lalu, Xi Jinping bertandang ke Mesir. Selain sepakat soal penggunaan mata uang lokal (yuan-pound) dalam perdagangan, energi hijau, dan kecerdasan buatan, Xi dan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi menegaskan komitmen memperluas Kawasan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan China-Egypt TEDA Suez (TEDA SETZ) ke Fase 3.   Kenapa ini penting bagi Indonesia? Karena […]

  • Seminar Himprofar UM Bandung Kupas Masa Depan Dunia Farmasi

    Seminar Himprofar UM Bandung Kupas Masa Depan Dunia Farmasi

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Firman Katon
    • visibility 106
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Dunia Kefarmasian saat ini tidak lagi sekedar mencetak label dan menyerahkan obat kepada pasien. Saat ini perkembangannya sudah jauh maju. Perkembangan tersebut dipengaruhi karena teknologi, hukum, dan keahlian klinis manusia itu sendiri. “Profesi ini telah berevolusi menjadi sistem kompleks yang didorong oleh kecanggihan digital, dibatasi hukum yang ketat, dan dihidupkan oleh keahlian klinis […]

  • Review Kurikulum FEBI Universitas Suryakancana Perkuat Kompetensi Lulusan dan Konektivitas dengan Dunia Kerja

    Review Kurikulum FEBI Universitas Suryakancana Perkuat Kompetensi Lulusan dan Konektivitas dengan Dunia Kerja

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Suryakancana menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum sebagai bagian dari komitmen institusi dalam melakukan penguatan dan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Universitas Suryakancana ini menghadirkan akademisi, pimpinan perguruan tinggi, Direktur Pascasarjana Universitas Syuryakancana, para dosen dan mahasiswa, praktisi perbankan syariah, UMKM, Industri Halal […]

  • Jangan Takut Hadapi Kesulitan, Justru Itu Jalan Mahasiswa Menuju Sukses

    Jangan Takut Hadapi Kesulitan, Justru Itu Jalan Mahasiswa Menuju Sukses

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 50
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Memulai perjalanan sebagai mahasiswa berarti membuka lembaran baru. Di balik semangat mengenakan almamater dan memasuki ruang-ruang perkuliahan, ada tantangan yang harus dihadapi, keputusan yang harus diambil, dan keberanian yang perlu terus diasah. Oleh karena itu, Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung untuk tidak sekadar menjadi […]

expand_less