Kamis, 8 Okt 2026

Kolaborasi UM Bandung dan Rumah Zakat, Tingkatkan Literasi Lingkungan Masyarakat Cihampelas Melalui Pelatihan Ecoliteracy dan Pembuatan Ecoenzyme

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID – Tim dosen dan mahasiswa Prodi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melaksanakan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Training for Trainer (TfT) Ecoliteracy dan Pembuatan Ecoenzyme” di Saung Edukasi Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (25/07/2026).

 

Kegiatan ini merupakan program kolaborasi antara Rumah Zakat bersama Universitas Muhammadiyah Bandung yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Prodi Bioteknologi, sebagai implementasi catur dharma perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

 

Sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Berdaya Cihampelas binaan Rumah Zakat, khususnya ibu rumah tangga, pemuda, kader lingkungan, dan tokoh masyarakat.

 

Luthfia Hastiani Muharram sebagai ketua pengabdian masyarakat ini menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan sampah organik dan pencemaran lingkungan, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

 

Kondisi tersebut memerlukan keterlibatan aktif masyarakat melalui peningkatan literasi lingkungan (ecoliteracy) agar mampu mengelola sampah organik secara lebih bijaksana dan berkelanjutan.

 

Aam Aminudin, selaku ketua relawan Desa Berdaya Cihampelas sekaligus penggerak Barokah Rancage Cihampelas Foundation, menyambut baik program pengabdian masyarakat ini dan memotivasi peserta agar menjadi agen perubahan lingkungan.

 

“Meskipun banyak yang tidak peduli dan pencemaran terus terjadi, kita tidak boleh berhenti belajar dan terus beraksi menjaga lingkungan”, ujar Aam dengan semangat.

 

Haryanto, dosen Prodi Bioteknologi UM Bandung, menjelaskan materi Ecoliteracy dengan menggali fenomena eutrofikasi melalui diskusi interaktif dan pengamatan kondisi sekitar.

 

“Sungai kelebihan nutrisi/unsur hara, bisa dari sampah organik maupun residu pertanian dan peternakan sehingga menyuburkan eceng gondok. Nutrisi itu baik, tapi jika berlebih menjadi tidak baik” Haryanto menjelaskan dengan konsep yang sangat mudah dipahami oleh peserta.

 

Pencemaran Sungai Citarum memicu suburnya eceng gondok yang mengakibatkan matinya ekosistem perairan dan hilangnya matapencaharian masyarakat DAS Citarum baik itu peternak ikan maupun transportasi air (perahu).

 

Pencemaran di sekitar DAS Citarum sudah sangat memprihatinkan, seperti yang diungkapkan oleh Yayu dan Pipit, peserta pelatihan yang merupakan warga pribumi.

 

“Dulu sungai Citarum jadi jalur transportasi lokal, kami mengirim barang lebih mudah pakai perahu. Setelah sungai tercemar, ikan-ikan mati, sungai penuh eceng gondok, transportasi sungai juga ikut berhenti,” kata mereka.

 

Masyarakat sekitar memanfaatkan eceng gondok sebagai pupuk dan pakan ternak. “Eceng gondok mampu menyerap racun dan logam berat sehingga harus berhati-hati jika digunakan untuk pakan ternak, perlu dianalisis secara laboratorium untuk memastikan keamanannya”, ujar Luthfia.

 

Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan ecoenzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga yang memiliki berbagai manfaat, seperti pembersih alami, pupuk organik cair, dan aktivator kompos.

 

Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing.

 

Melalui praktik langsung, peserta dibimbing mulai dari pemilihan bahan, pencampuran sesuai komposisi, hingga proses fermentasi dan penyimpanan ecoenzyme yang benar.

 

Melalui pendekatan Training for Trainer (TfT), tim pengabdian berharap peserta mampu menjadi agen perubahan yang dapat menyebarluaskan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah organik dan pelestarian lingkungan kepada masyarakat lainnya.

 

Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi program ini, tim pengabdian memberikan bantuan berupa kit ekoenzim untuk peserta serta sarana yang mendukung kegiatan edukasi di saung edukasi berupa papantulis dan poster edukasi.

 

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen UM Bandung dan Rumah Zakat dalam menghadirkan kontribusi nyata melalui pengabdian kepada masyarakat.

 

Sinergi antara perguruan tinggi, mitra, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan solusi berbasis edukasi yang mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari sekaligus memperkuat implementasi catur dharma perguruan tinggi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benarkah Manfaat Sertifikat Halal untuk Omzet UMKM Dongkrak Penjualan? Ini Analisis…

    Benarkah Manfaat Sertifikat Halal untuk Omzet UMKM Dongkrak Penjualan? Ini Analisis…

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Memiliki sertifikat halal terbukti ampuh mendongkrak omzet UMKM karena memberikan rasa aman dan kepercayaan instan kepada konsumen muslim di Indonesia. Label resmi ini juga membuka peluang emas bagi produk Anda untuk menembus pasar ritel modern, pasar ekspor, dan memenangkan tender pengadaan pemerintah yang mensyaratkan jaminan kehalalan produk. Sertifikat halal sebenarnya berfungsi sebagai alat […]

  • Inilah Daftar 10 Bank Tutup per Juli 2026

    Inilah Daftar 10 Bank Tutup per Juli 2026

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Sebanyak 10 bank tutup per Juli 2026. Terbaru, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha salah satu bank di Depok, Jawa Barat. OJK mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah Hasanah Mandiri yang berlokasi di Kota Depok, Jawa Barat. Berdasarkan Keputusan Nomor KEP-57/D.03/2026, penutupan tersebut efektif per 16 Juli 2026. “Seluruh […]

  • Memahami Al-Ma’un Ala KH Ahmad Dahlan, Iman Harus Berdampak bagi Sesama

    Memahami Al-Ma’un Ala KH Ahmad Dahlan, Iman Harus Berdampak bagi Sesama

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 32
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Keimanan seorang muslim tidak hanya tercermin dari ketekunannya menjalankan ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga dari sikap dan kepeduliannya terhadap sesama, termasuk kepada tetangga. Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPAIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dikdik Dahlan Lukman mengatakan, kepedulian terhadap sesama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penghayatan tauhid. Hal […]

  • Riset Dosen UM Bandung Ungkap Media Sosial Ikut Membentuk Identitas Kesalehan

    Riset Dosen UM Bandung Ungkap Media Sosial Ikut Membentuk Identitas Kesalehan

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 33
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Media sosial kini menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menampilkan dan memaknai keberagamaan. Fenomena ini diteliti Femi Fauziah Alamsyah, dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, dalam disertasi doktornya. Femi mengangkat judul “Identitas Kesalehan Populer Artis Hijrah di Media Sosial” dengan mengamati akun Instagram Shireen Sungkar, […]

  • Jadi Blogger Silakan, Mau Jadi Youtuber Pun Monggo!

    Jadi Blogger Silakan, Mau Jadi Youtuber Pun Monggo!

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Selamat malam (Woy…, Sekarang udah siang), Bapak-Ibu, rekan-rekan sekalian, dan para pejuang klik yang budiman! Senang sekali malam ini bisa berdiri di sini di hadapan para makhluk digital. Kita ini hidup di era yang luar biasa, ya. Era di mana peradaban manusia tidak lagi diukur dari seberapa megah piramida yang kita bangun, melainkan […]

  • Generasi Muda Bawa Batik ke Gaya Modern Tanpa Kehilangan Akar Budaya

    Generasi Muda Bawa Batik ke Gaya Modern Tanpa Kehilangan Akar Budaya

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 31
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Batik dinilai tidak lagi sekadar busana formal atau warisan masa lalu, tetapi telah berkembang menjadi medium ekspresi yang dekat dengan kreativitas generasi muda. Peserta semifinal Duta Batik Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) 2026 sekaligus mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) UM Bandung Regina Fathia Zikra mengatakan bahwa karakter batik yang adaptif […]

expand_less